Berita/Liputan Media

YLKI: Vaksin Palsu Bisa Masuk Kategori Malapraktik
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyesalkan beredarnya vaksin palsu di sejumlah rumah sakit dan klinik. Ia menilai beredarnya vaksin palsu tersebut jelas merugikan masyarakat, khususnya anak-anak yang tanpa sadar sudah menggunakan vaksin palsu tersebut. "Adanya vaksin palsu itu sangat kita sesalkan. Pemberian vaksin palsu itu bisa masuk kategori malpraktik," kata Tulus Baca selengkapnya
YLKI Harapkan Kepala BPOM Baru Lebih Powerfull
Jakarta - Presiden Joko Widodo melantik Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang baru, Penny Kusumastuti Lukito, di Istana Negara, Rabu (20/7). Penny menggantikan pimpinan sebelumnya, Roy Sparinga. Masyarakat berharap pimpinan yang baru ini mampu membenahi internal BPOM agar lebih berdaya dalam melaksanakan fungsi pengawasan di lapangan. Baca selengkapnya
YLKI: Soal Vaksin Palsu, Konsumen Bisa Gugat Rumah Sakit
TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan konsumen korban pemberian vaksin palsu dapat menuntut ganti rugi dari rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Menurut dia, ganti rugi tersebut bisa berupa materiil dan immateriil. Selain itu rumah sakit harus memberikan jaminan tertulis menanggung dampak pemberian vaksin palsu. Baca selengkapnya
Vaksin Palsu, YLKI Ajak Masyarakat Gugat Pemerintah
JAKARTA, (PR).- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengajak masyarakat menggugat pemerintah melalui class action. Kementerian Kesehatan, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan), serta institusi terkait lainnya harus bertanggung jawab atas kasus vaksin palsu ini. Baca Selengkapnya
YLKI: Impor Jeroan Sapi Rendahkan Martabat Bangsa
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah via Kementerian Pertanian memutuskan untuk mengimpor daging sapi kategori secondary cut dan jeroan. Impor ini dilakukan untuk menekan harga daging sapi yang tak kunjung turun. Impor dilakukan tidak lagi menggunakan pola country base tetapi zona base. Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia bilang, selain merugikan konsumen, impor daging jenis jeroan adalah bentuk kebijakan yang merendahkan martabat masyarakat dan bangsa Indonesia. Sebab, jeroan di negara-negara Eropa justru untuk pakan anjing, dan tidak layak konsumsi untuk manusia. Baca selengkapnya

Kode Etik

  • Nir laba / Non Profit
  • Non Partisan
  • Non Diskriminatif
  • Demokratis
  • Keadilan Sosial
  • Keadilan Gender
  • Keadilan Antar Generasi
  • Hak Asasi
  • Solidaritas Konsumen
  • Independen