Makanan Organik ? Siapa Takut….
September 29, 2011
Menjadi Konsumen Bertanggungjawab
October 4, 2011

Ancaman dari Sebuah Kecanggihan

Setujukah Anda bila komputer dinobatkan sebagai salah satu piranti terpopuler sepanjang abad ini?. Keberadannya yang mengisi di setiap sudut ruang kantor, meja kerja bahkan sampai tukang sablon kaki limapun menggunakan piranti canggih ini. Tak hanya pengusaha dan pelaku bisnis, kepopuleran komputer sudah lazim dimiliki oleh masyarakat luas, dari ragam lapisan usia. Anak-anak bangku Sekolah Dasar pun telah mulai berakrab ria dengan komputer.

Ujudnyapun mulai mengalami revolusi. Komputer kini tak lagi harus memiliki bentuk yang tambun dan besar, tapi sudah tersedia model monitor flat, tipis dengan CPU yang lebih ringkas dan ringan namun dengan kemampuan mumpuni. Malahan bentuk laptop (komputer jinjing) menjadi alternatif bagi profesional yang tidak bisa melepaskan pekerjaannya di sela mobilitas.

Kehadiran komputer, tak bisa disangkal sudah menyumbangklan kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Beragam pekerjaan sudah banyak terbantu dengan hadirnya hasil tekhnologi ini. Namun, dibalik kemudahan yang ditawarkan oleh sang komputer, terbayangkah jika alat ini juga menebar ancaman bagi si pengguna. Tingginya intensitas hubungan antara manusia dengan komputer telah membawa dampak yang tidak menguntungkan bagi kesehatan. Berbagai penelitian serta pendapat dari pakar tekhnologi dan kesehatan mulai menjlentrehkan bahaya penggunaan komputer secara kontinyu dan berlebihan bagi kesehatan.

Kendati masih banyak yang menyangsikan akan bahaya komputer dan menganggap pendapat tersebut irasional, tetapi banyak pula bukti yang membenarkan bahwa layar pintar ini potensial mengganggu kesehatan bagi penggunanya. Diberbagai jurnal kesehatan, acapkali diungkap tentang gangguan kesehatan akibat dampak dari penggunaan komputer. Yang telah muncul diantaranya repetitive stress, kelelahan mata, sakit kepala, dan masalah yang muncul akibat medan magnet komputer.  Repetitive stress merupakan gangguan yang muncul pada pergelangan lengan, tangan dan leher karena dipaksa bekerja lebih agresif dan cepat di depan komputer. Sedangkan kelelahan pada mata dan sakit kepala menjadi keluhan yang paling serig terlontar dari para pemakai komputer. Jenis penyakit ini muncul akibat kelelahan mata menatap layar komputer, yang secara ilmiah disebut dengan Computer Vision Sindrome (CVS).

Selain sakit kepala dan kelelahan mata, komputer juga berpotensi memunculkan efek radiasi yang dihasilkan oleh minitor. Akibat dari radisai ini memunculkan sakit mata ringan, rasa pegal dan nyeri pada mata, mata berair bahkan dapat menimbulkan katarak.

Tindakan Pencegahan

Munculnya berbagai ancaman kesehatan terkait penggunaan komputer, bukan berarti harus meninggalkannya. Ada upaya yang dapat dilakukan bagi kita yang sehari-harinya bekerja didepan komputer untuk menghindari dampak buruk yang mungkin saja muncul. Artinya, tidak ada yang perlu dirisaukan dengan ancaman kesehatan dari komputer, hanya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita menjaga untuk terhindar dari ancaman dampak buruk tersebut.

Relaksasi, misalnya. Biasakan untuk melakukan relaksasi sejenak untuk mengusir kejenuhan didepan layar komputer. Ambilah jeda waktu untuk relaksasi secara periodik dan sesering mungkin kedipkan mata untuk menjaga kelembaban permukaan mata. Selain itu, relaksasi juga memberikan kesempatan kepada lengan dan tangan untuk beristirahat setelah dipaksa bekerja secara optimal. Dalam relaksasi, akan lebih bermanfaat bila melakukan gerakan ringan pada tangan, leher, dan lengan untuk melemaskan otot setelah beberpa jam mengalami ketegangan. Istirahatkan aktivitas tubuh dari komputer selama 5-10 menit setiap 1 jam kerja. Mengonsumsi cukup air juga membantu mengembalikan kebugaran badan.

Untuk menghindari radiasi, bisa dengan cara meletakkan komputer sedemikian rupa sehingga layar komputer berada dibawah level mata kita. Menempatkan bahan yang hendak dikerjakan sedekat mungkin dengan monitor, mengurangi gerakan kepala dan mata yang dapat menimbulkan rasa pegal dan sakit kepala. Dan biasakan untuk melihat lingkungan hijau utnuk menjaga keseimbangan penglihatan antara jarak dekaty dan jarak jauh.

Jadi, ancaman bahaya dari komputer bukanlah sesuatu yang menakutkan, hanya perlu dikelola dengan baik. Disamping itu, alangkah baiknya bila kita menggunakan komputer dengan ”arif”agar tidak menghasilkan dampak negatif bagi kesehatan.

***

Agus Sujatno – Staff YLKI

(Dimuat di Majalah Warta Konsumen)