Janji Cantik Produk Perawatan
November 11, 2011
Perlindungan Bagi Pemegang Kartu Kredit harus Konsisten
November 15, 2011

Salah Kaprah Penggunaan Produk Anti Nyamuk

 

Apakah produk antinyamuk aman? Tentu saja dalam persepsi konsumen, jika suatu produk telah beredar dan beriklan dengan gencarnya pasti telah melalui prosedur keamanan yang ketat. Padahal, jelas sekali bahwa prosedur keamanan dan pengawasan produk ini telah dilalaikan oleh pemerintah. Jadi, kontrol pra market dan post market tidak berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, terdapat juga kesan fungsi koordinasi di dalam Komisi Pestisida tidak berlangsung dengan baik. Seolah-olah seperti saling lempar tanggung jawab, sehingga baik konsumen maupun pihak retail tidak mendapat kepastian mengenai proses penarikan dan ganti rugi yang dapat diberikan.

Selain itu, proses pemberian informasi melalui iklan juga menyesatkan konsumen akan keamanan suatu produk antinyamuk. Tidak ada produk antinyamuk yang benar-benar ampuh dan aman. Konsumen perlu mengetahui secara jelas tingkatan keamanan produk antinyamuk, cara pemakaian yang dikategorikan aman dan kondisi pemakaian produk antinyamuk.

 

Zat Aktif Produk Antinyamuk

Diklorvos atau DDVP (dichlorovynil dimetyl phosfat) adalah zat turunan chlorine yang memang telah dilarang dipakai selama puluhan tahun di seluruh dunia. Menurut klasifikasi oleh WHO (World Health Organization), zat ini termasuk racun kelas 1, yakni berdaya racun paling tinggi. Efeknya pada kesehatan dapat merusak syaraf, mengganggu pernafasan, jantung, system reproduksi dan memicu kanker.

Kemudian, zat aktif lain didalam produk antinyamuk adalah propoxur. Berdasarkan kategori WHO, zat ini termasuk kelas II, yaitu tergolong moderately hazardous atau racun kelas menengah. Walaupun keberadaannya masih ditolerir, tetapi zat ini juga sangat berbahaya, karena dapat menurunkan aktivitas enzim yang berperan pada saraf transmisi dan berpengaruh buruk pada hati dan system reproduksi. Di luar negeri, zat ini telah dilarang. Di Indonesia belum, untuk itu konsumen harus lebih cermat memperhatikan apakah zat aktif ini masih berada di produk antinyamuk. Jikapun ada, perhatikan kadar zat aktif dan bandingkan dengan produk lain.

Tingkatan zat aktif produk antinyamuk yang lebih dapat ditolerir adalah dari jenis transfluthrin, bioallethrin, d-allethrin, pralethrin dan cyphenothrin. Zat aktif ini relative aman, tetapi tidak dapat membunuh nyamuk Culex sp, yaitu nyamuk yang biasa menggigit manusia pada malam hari. Walaupun tidak dapat membunuh nyamuk, zat aktif ini tetap tidak disukai oleh nyamuk dan akan menyebabkan nyamuk pergi menghindar.

Selain zat aktif diatas, terdapat juga produk nyamuk oles yang pada umumnya menggunakan zat aktif DEET (Diethyl-toluamide). Zat aktif pada produk antinyamuk oles ini bersifat korosif sehingga dapat menyebabkan iritasi kulit, membahayakan kulit yang luka dan selaput lendir tubuh. Jadi, dalam memilih produk antinyamuk oles ini juga harus memperhatikan kadar DEET didalam produk tersebut. Semakin tinggi kadarnya, maka akan semakin tinggi tingkat korosivitasnya terhadap kulit. Dan tingkat korosif ini tidak dipengaruhi oleh klaimnya yang mengandung zat pelembut/pelembab kulit.

Jadi dari jenis informasi zat aktif tersebut, konsumen dapat memilih jenis zat aktif yang paling aman. Kalaupun sama (jenisnya), maka konsumen dapat memilih yang kadarnya paling rendah. Informasi jenis zat aktif dan kadarnya ini dapat dilihat pada kemasan produk. Jadi, perhatikan dengan cermat tulisan pada kemasan produk, bukan hanya sekedar membaca klaim produk.

Cara Pemakaian Produk

Selain mengetahui zat aktif produk antinyamuk, konsumen juga dapat memperhatikan cara pemakaian produk yang tepat. Pemakaian produk antinyamuk tidak seperti pada iklan dimana seolah-olah model menyemprot dengan leluasa bersama dengan keluarga yang sedang beraktivitas. Tetapi penyemprotan produk ini harus memakai pelindung pernafasan. Kemudian, kamar atau ruang dikosongkan dahulu selama minimal 1 jam, sebelum dipakai untuk tidur/beraktivitas. Pemakaian seperti ini untuk menghindari racun yang sedang beredar di udara. Selain itu, penggunaan produk antinyamuk elektrik juga harus memperhatikan kondisi kamar/ruang. Kondisi kamar/ruang yang dipakai harus memiliki ventilasi/aliran udara. Jika tidak, racun pada produk antinyamuk ini akan menumpuk, dan mengganggu sirkulasi oksigen dalam ruang.

Selain cara pemakaian yang tepat, maka konsumen juga harus memperhatikan frekuensi pemakaian. Kalau bisa pemakaian produk antinyamuk seminimal mungkin. Untuk mengantisipasi pemakaian yang berulang, maka rumah perlu memakai kasa, sehingga setelah penyemprotan nyamuk tidak akan masuk lagi.

 

Antinyamuk Alami

Selain produk antinyamuk yang memang instant mengusir nyamuk, konsumen juga mempunyai pilihan untuk menggunakan produk alami pengusir nyamuk. Seperti menggunakan tanaman antinyamuk. Beberapa alternative tanaman ternyata ampuh mengusir nyamuk. Diantaranya adalah tanaman Zodia (evodia suaveolens scheff), tanaman Lavender (lavandula angustifolia), Geranium, Tembeleka (Lantana camara), Rosemary, Citrosa Mosquito Fighter, Mintrosa of Lady Diana, Citrosa Queen of Lemon dan Marigold. Beberapa tanaman ini dapat difungsikan di dalam rumah, asalkan tetap ada perawatan untuk secara berkala mendapat sinar matahari. Dengan tanaman ini, tentu keamanan dan keselamatan konsumen lebih terjamin.

 

TIPS MEMILIH PRODUK ANTINYAMUK

INGAT, TIDAKADAPRODUK ANTINYAMUK YANG BENAR-BENAR AMPUH DAN AMAN!

Jikapun konsumen ‘terpaksa’ memakai produk antinyamuk, perhatikan tips berikut ini:

  1. Perhatikan jenis zat aktif dan kadarnya pada kemasan label. Pilih yang paling rendah tingkatan ‘racun’nya (lihat artikel diatas) dengan kadar yang paling rendah
  2. Perhatikan komposisi zat aktif dengan zat lain. Ini juga dapat dilihat pada kemasan produk.
  3. Perhatikan cara pemakaian. Pakai pelindung pernafasan (masker) dan kosongkan ruangan yang telah disemprot selama 1 jam
  4. Minimalkan frekuensi pemakaian. Untuk mencegah pemakaian berulang, ventilasi dan jendela rumah sebaiknya menggunakan kasa.
  5. Untuk pemakaian produk antinyamuk  elektrik, perhatikan ventilasi/aliran udara di dalam rumah. Pastikan udara mengalir dengan baik, jika tidak racun dari produk antinyamuk elektrik tersebut akan menghabiskan oksigen dalam ruang atau racunnya bersifat menetap dan mengumpul

Dan tips yang paling aman untuk menggunakan produk antinyamuk adalah menggunakan tanaman antinyamuk. Dijamin konsumen akan tetap aman dan selamat!

***

Ilyani S Andang, Anggota Pengurus Harian YLKI

Gambar diambil dari sini