Menunggu Godot Regulasi Pengendalian Tembakau
November 28, 2011
YLKI: Masyarakat Dukung Kawasan Dilarang Merokok
December 1, 2011

YLKI : Manajemen BlackBerry Lakukan Penipuan Publik

 

JAKARTA–MICOM: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pihak manajemen Research In Motion (RIM) selaku produsen telepon selular Blackberry telah melakukan penipuan terhadap publik.

Hal tersebut disampaikan anggota pengurus harian YLKI, Tulus Abadi kepada MediaIndonesia.com, Sabtu (26/11) terkait kerusuhan dalam promosi seri terbaru Blackberry, Jumat (25/11) di Pacific Place, Jakarta Selatan.

“Pihak manajemen Blackberry harus bertanggung jawab. Karena seharusnya mereka tahu ketika memasang iklan yang menyatakan diskon untuk 1.000 orang pembeli pertama itu dapat timbul kejadian-kejadian seperti kemarin,” kata Tulus.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan pihak manajemen tidak berkaca dari kejadian promosi ponsel sebelumnya yang menggunakan strategi serupa.

“Mestinya manajemen Blackberry belajar dari kejadian-kejadian serupa sebelumnya, sebab ini bukan yang pertama kali,” ujarnya.

Tulus menambahkan, kelalaian pihak manajemen yang berujung pada kekacauan dan kekecewaan ribuan orang yang sudah mengantri sejak dini hari mestinya bisa dikembangkan pihak kepolisian ke ranah hukum pidana dan perdata.

Kerugian materiil calon konsumen yang menunggu sejak satu hari sebelumnya, serta masalah antisipasi pengamanan oleh panitia, tegas Tulus, bisa menjadi salah satu pengembangan oleh pihak kepolisian.

“Calon-calon konsumen sudah datang dari jam empat pagi, bahkan ada yang sampai menginap, tapi dibubarkan begitu saja. Ini bahkan bisa dibilang penipuan dan bisa dituntut,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sudah selayaknya pihak korporat suatu produk belajar dari kesalahan-kesalahan terdahulu.

Kekacauan dalam kejadian promosi Blackberry seri terbaru yang dikenal dengan nama Bellagio terjadi akibat membludaknya calon konsumen yang hendak mendapatkan produk tersebut dengan separuh harga.

Padahal, pihak manajemen Blackberry dan panitia hanya menyiapkan 1.000 unit ponsel buatan Kanada tersebut. Jumlah ponsel dan jumlah calon konsumen yang tidak seimbang, serta panitia yang tidak siap lantas membuat situasi menjadi kacau. (*/OL-12)

Sumber: Media Indonesia.com gambar dari okezone.com