“Penyakit Hepatitis dari berbagai tipe (A, B, dan C) merupakan masalah kesehatan besar di seluruh dunia,” demikian dikatakan Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, saat membuka seminar memperingati hari Hepatitis sedunia di Kantor Kemenkes, Kamis (28/07). Menkes mengungkapkan, lebih dari 2 milyar penduduk dunia terinfeksi virus Hepatitis B dan 400 juta orang diantaranya menjadi pengidap kronis. Jumlah penderita Hepatitis C di dunia diperkirakan mencapai 170 juta orang. Sementara hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan dari 10.391 serum yang diperiksa, prevalensi HBsAg positif 9.4% yang berarti diantara 10 penduduk di Indonesia terdapat seorang penderita.

Dalam sambutan seminar bertajuk “Ketahui, Cegah dan Obati Hepatitis Penyebab Kanker Hati”, Menkes menegaskan, Hepatitis merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sejak tahun 1997, imunisasi Hepatitis B mulai dilakukan di Indonesia mencakup pemberian imunisasi pada bayi baru lahir (birth dose) menggunakan prefilled injection device.

Menurut Menkes, imunisasi Hepatitis B merupakan awal dimulainya upaya pengendalian Hepatitis di Indonesia. Selain imunisasi, peningkatan upaya pengendalian tersebut juga dilakukan dengan berbagai cara yaitu: Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Penapisan darah donor oleh Palang Merah Indonesia (PMI); dan Pengembangan jejaring surveilans epidemiologi Hepatitis. Di samping itu, perlu dilakukan pengkajian terhadap upaya-upaya inovatif seperti imunisasi pada remaja dan dewasa, deteksi dini, dan pengobatan untuk mencegah sirosis hepatis serta kanker hati.

”Keberhasilan Pengendalian Hepatitis sangat ditentukan oleh dukungan semua pihak, meliputi dukungan jajaran lintas sektor pemerintah di pusat dan daerah, organisasi kemasyarakatan, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kepedulian masyarakat tentang cara pencegahan, penularan, serta bahaya penyakit Hepatitis yang harus ditingkatkan”, tegas Menkes.

Peringatan hari Hepatitis Sedunia (28/07), merupakan tindak lanjut ditetapkannya resolusi sidang mejelis kesehatan dunia (WHA/World Health Assembly) ke-63 pada Mei 2010 di Geneva. Sidang menetapkan 21 resolusi diantaranya tentang Hepatitis dan penetapan tanggal 28 Juli sebagai hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day). Dipilihnya 28 Juli, merupakan tanggal kelahiran Dr. Baruch S. Blumberg yang menemukan virus Hepatitis B (1965) dan mengembangkan vaksin Hepatitis B serta mendapatkan hadiah Nobel untuk penemuannya tersebut (1976).

Indonesia dan Brazil yang memprakarsai kegiatan ini menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk melakukan penanganan Hepatitis secara komprehensif mulai dari pencegahan sampai pengobatan, meliputi perbagai aspek termasuk surveilans dan penelitian.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan,  Tjandra Yoga Aditama, mengajak momentum peringatan Hari Hepatitis Sedunia dijadikan sebagai pijakan untuk menyamakan pandangan dan menyusun langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan hepatitis.

“Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus hepatitis yang tinggi, sebesar 9,4 persen, urutan ketiga setelah China dan India,” papar Tjandra. Kebanyakan orang, terkena hepatitis A dan B akibat gaya hidup, sementara serangan hepatitis C lantaran virus. Gaya hidup yang banyak mengakibatkan penyakit hepatitis di antaranya makan sembarangan, alkohol, tidur terlalu malam, stres, serta hubungan badan yang tidak aman.

Seminar yang dihadiri pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemkes, Kemdagri, Kemdiknas, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, akademisi, organisasi profesi, dan lembaga swadaya masyarakat – seperti YLKI – ini juga dihadiri anggota koalisi pemberantasan virus Hepatitis di Asia Psifik, Ali Sulaiman.

Menurut Ali, tingkat kesadaran masyarakat dalam menangani Hepatitis masih sangat kurang jika dibandingkan dengan HIV/AIDS dan malaria, sehingga penyebarannya masih sulit dikendalikan. Artinya, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk memberantas penyebaran virus hepatitis ini.

***

Agus Sujatno, Staff YLKI

(Dimuat di Majalah Warta Konsumen)

Gambar diambil dari sini