Kebutuhan dasar manusia dalam memperoleh pangan merupakan hak asasi yang tidak dapat ditolerir lagi. Jaminan untuk memperoleh pangan tak luput dari beberapa faktor pendukung, seperti kemudahan akses dan harga yang terjangkau. Selain itu,  pangan yang aman, berkualitas dengan jenis yang beragam tetap menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Sayangnya, semua itu masih sulit dipenuhi oleh sebagian masyarakat.  Masih banyak beredar makanan yang tidak sehat (mengandung pengawet non pangan). Tak jarang kasus keracunan pun muncul, baik yang disebabkan oleh pangan itu sendiri maupun  akibat penanganan pangan yang salah. Apa yang menyebabkan semua ini ? Begitu sulitkah masyarakat memperoleh makanan yang sehat ? Dan apa yang harus diperhatikan dari pangan yang akan kita konsumsi ?

  1. Bahan baku : sebaiknya menggunakan bahan baku yang masih segar, bebas bahan kimia/pestisida. Hindarilah produk yang menggunakan pengawet atau produk-produk instan.
  2.  Pengolahan : Hindarilah mengolah produk pangan dalam jumlah banyak (dengan maksud produk tersebut akan disimpan berhari-hari).
  3. Penyimpanan : Pisahkanlah produk pangan yang mentah dan matang.  Hal ini dilakukan untuk menghindari kontaminasi dari produk mentah.

Kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi pangan sehat semakin meningkat. Fenomena ini didukung dengan munculnya produk-produk organik, baik dalam bentuk segar (mentah) dan produk matang (restoran organik). Produk organik adalah produk

Produk Organik adalah produk yang :

  • tidak mengandung pupuk sintesis (kimia)
  • tidak menggunakan pestisida sintesis (kimia)
  • Bukan merupakan hasil rekayasa genetik
  • tidak mendapatkan hormon pertumbuhan, tanpa radiasi dan tanpa antibiotik

Kelebihan produk organik :

  • Produk organik lebih tahan lama jika dibandingkan dengan produk non-organik
  • Harga produk organik relatif standar, tidak mudah berubah-ubah
  • Ikut mensejahterakan petani

 

Membedakan produk organik dan non organik :

  • l  Buah-buahan non-organik umumnya tampak seperti “berbedak”, misalnya : tomat, timun, apel. Dengan adanya bercak-bercak putih pada produk tersebut merupakan tanda bahwa produk tersebut telah disemprot dengan pestisida.
  • l  Membeli produk yang sedang musim, hal ini membuktikan bahwa produk tersebut tidak menggunakan pestisida ataupun pupuk kimiawi.
  • l  Produk yang natural atau alami belum tentu organik. Tetapi jika produk tersebut organik pasti produk tersebut alami/natural.
  • l  Teliti sebelum membeli, dengan membaca label yang tertera pada kemasan. Sehingga mengetahui dengan jelas tentang jenis, asal produk organik tersebut.
  • l  Sebaiknya memilih produk organik yang lokal, hal ini dilakukan untuk mengurangi jejak karbon di bumi ini.

Tips menjadi konsumen organik :

  •  Membiasakan untuk membaca label informasi produk organik yang dibeli (kandungan produk, nama dan alamat produsen, masa berlaku produk)
  • Memperhatikan daftar komposisi bahan yang digunakan. Produk olahan harus mengandung 95% bahan organik.
  • Memilih buah-buahan dan sayuran yang sedang musim.
  • Membeli produk organik lokal.
  • Menanam sayuran sendiri di rumah, seperti : cabai, seledri, tomat. Tetapi, jangan menggunakan PESTISIDA.
  • Rajinlah bertanya kepada saudara, kenalan atau tetangga yang menjadi konsumen pangan organik, untuk mendapatkan produk organik dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan dengan swalayan.

***

Noor Jehan, Staff YLKI

Gambar diambil dari sini

 

  • Yudhistira Rinasmara Kusuma Ad

    boleh tau tingkat perkembangan makanan organik di Indonesia saat ini ? soalnya untuk penelitian thesis saya semoga bermanfaat