Komersialisasi Tarif Listrik
December 2, 2015
Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok
December 21, 2015

Diskusi Publik “Kesehatan Kita: Pola Makan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular”

Permasalahan gizi yang sangat menentukan status kesehatan masyarakat menjadi salah satu perhatian YLKI. Asupan dan pola makan yang salah dapat mengakibatkan tumbuhnya anak-anak yang pendek, kurang gizi atau sebaliknya kegemukan dan obesitas. Pembentukan pola konsumsi yang benar diyakini harus dibentuk sejak dini. Dalam rangka berbagi pengetahuan serta menggali kebutuhan sekolah untuk turut berperan dalam membentuk anak-anak yang sehat, YLKI akan menyelenggarakan Diskusi Publik “Kesehatan Kita: Pola Makan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular” 

Indonesia, seperti juga negara berkembang lainnya, saat ini mengalami beban ganda di bidang gizi. Selain masih harus menghadapi kasus-kasus gizi buruk, prevalensi angka kegemukan dan obesitas juga meningkat. Hal ini masih ditambah lagi dengan masalah stunting dengan prevalensi yang cukup tinggi serta penyakit tidak menular yang juga meningkat sangat cepat.

Semua ini dapat dilihat dari data Riset Kesehatan Dasar 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013) menunjukkan prevalensi obesitas pada usia balita mencapai 11,9 persen. Prevalensi gizi kurang pada balita mencapai 19,6 persen, masih meningkat dibandingkan tahun 2007 (18,4 persen), dan balita pendek mencapai 37,2 persen. Berdasarkan wawancara dan diagnosa, prevalensi hipertensi, stroke dan diabetes melitus meningkat tajam antara tahun 2007 dan 2013. Ketiga penyakit ini termasuk dalam 5 besar penyebab kematian utama di Indonesia.

Diet atau pola makan yang buruk seperti konsumsi lemak, gula dan garam yang tinggi, serta konsumsi sayur dan buah yang rendah diyakini menjadi risiko utama penyakit jantung, stroke, diabetes dan kanker. Penyakit ini tergolong penyakit tidak menular, yang pada dasarnya dapat dicegah dan dihindari dengan pola konsumsi dan gaya hidup yang benar.

Meningkatnya diet atau pola makan yang salah tidak terlepas dari peningkatan konsumsi pangan olahan yang cenderung tinggi lemak, garam, dan gula. Ketersediaan pangan olahan yang terus meningkat serta makin beragam, pemasaran yang agresif, serta harga yang seringkali lebih murah dibanding pangan yang lebih sehat mendorong konsumen lebih memilih pangan olahan. Di samping itu, kecenderungan untuk mengonsumsi makanan yang diolah di luar rumah seperti jajanan, makan di warung dan restoran juga menjadi pemicu pola makan yang tidak sehat.

Pola makan yang sehat harus dibentuk sejak dini. Membiasakan anak-anak memilih pangan yang sehat tidaklah mudah. Faktanya, informasi tentang pilihan-pilihan pangan sehat sangat terbatas, kalah jauh dibandingkan gencarnya iklan produk pangan olahan yang cenderung tidak sehat. Oleh karena itu, upaya tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan keluarga. Diperlukan dukungan yang kuat dari lingkungan sekolah, karena informasi dari para pendidik biasanya cenderung lebih dapat diterima. Apalagi bila lingkungan sekolah dapat menyediakan pilihan-pilihan yang sehat bagi anak-anak.

Konsumen untuk Indonesia Sehat, ingin mengubah kondisi ini dengan terus mengingatkan pentingnya pangan sehat sebagai dasar hidup yang sehat. Konsumen untuk Indonesia Sehat merupakan wadah untuk memantik gerakan konsumen agar kembali menghadirkan pangan sehat dalam menu sehari-hari. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bersama Konsumen untuk Indonesia Sehat, Jaringan Konsumen untuk Indonesia Sehat yang diinisiasi oleh beberapa organisasi masyarakat sipil di Jakarta, Jawa Tengah dan Bali, bermaksud ikut berkontribusi melalui kegiatan Diskusi Publik dengan topik “Kesehatan Kita: Pola Makan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular”.

Narasumber diharapkan dari Kementerian Kesehatan RI yang akan memaparkan kebijakan serta program Negara untuk memastikan terbentuknya masyarakat Indonesia yang sehat. Dan pakar gizi yang akan memaparkan dampak konsumsi yang salah terhadap kesehatan.

Tujuan Kegiatan Diskusi

1. Peserta dapat memahami kebijakan dan peran pemerintah dalam membangun pola konsumsi yang sehat dan upaya pengendalian penyakit tidak menular
2. Peserta dapat memahami pola konsumsi yang sehat untuk anak
3. Peserta dapat memetakan peran dan kebutuhan sekolah dalam membentuk pola konsumsi yang sehat sejak dini

Tanggal Pelaksanaan Kegiatan

Hari/tanggal : Sabtu, 19 Desember 2015
Jam                : 09.30 – 13.00 WIB

Narasumber dan Fasilitator

Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Pakar Gizi dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia).


*Contact Person: Sdri. Nurul Rizka Maulidya (Staf Program YLKI)

                                   mobile. 08567195068 | email. nurizmaulidya@gmail.com