Akses Pengaduan
021-79191255
[login]
Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) 2008 menyatakan bahwa Indonesia saat ini adalah negara terbesar ketiga pengguna rokok. selengkapnya
Yakinkah Anda, Calon Presiden 2009 mempunyai keberpihakan terhadap perlindungan konsumen di Indonesia?
Priesto Naray Sabtu, 27 Februari 2010
Pada hari Rabu, 24 Februari 2010 saya membeli obat Novartis Exforge 10/160 untuk penyakit darah tinggi yang diderita bapak saya. Namun yang mengejutkan adalah ketika saya menanyakan harga dari satu blister (isi 14 pcs) adalah Rp 298.300,-, lebih mahal dari HET yang tertera pada kemasan obat itu sendiri, yaitu Rp 276.200,-. Saya mengkonfirmasi hal tersebut kepada petugas kasir, namun jawaban yang saya dapatkan adalah bahwa penulisan HET pada kemasan adalah kebijakan produsen (dalam hal ini Novartis), sedangkan harga jual adalah kebijakan apotek (Kimia Farma). Lalu sebenarnya buat apakah penyantuman HET pada kemasan apabila Apotek bebas menentukan harga jualnya? bukankah HET tersebut sudah diperhitungkan (Harga Netto Apotik (HNA) ditambah PPN 10% ditambah margin apotik 25%)?Respon: 1
YLKI berhak untuk menghapus tanggapan jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.